my Feel


of course ini bukan FF…

ini cuma sedikit curahan hati saya >.<

bikin FF emang gk mudah, butuh imajinasi yang tinggi kan?

ditambah buat para remaja labil kaya aku, itu semakin bikin sulit ToT

labil cause what? cause i’ve many problem…

gk usah bahas masalah aku…🙂

mencoba jadi ramah dan supel itu memang rada sulit buat beberapa orang… bahkan mereka bisa berbeda 180 derajat…

jika secara online, seseorg sangat ramah dan supel, bisa jadi di kehidupan aslinya dia pendiam.

nah, yang terjadi di diriku adalah, di online itu kadang ramah kadang nyebelin, tapi dikelas itu aku ratunya berisik…

kenapa aku bilang klo online aku kadang ramah kadang nyebelin?

yah, watak orang kan beda-beda.. aku itu orangnya ceplas ceplos,,, asal nyablak, makanya kadang orang gk mau main ama aku lagi ;(

mau gimana lagi, emang itu kenyataannya kan?

so too all: sorry, klo aku pernah bikin kalian kesal dan tersinggung ama kata” dan sikap aku secara online ini…

i just a labil girl that still cant control my emotion and feel…🙂

Categories: Uncategorized | 8 Comments

Hiatus


mianhae~ dikarenakan aku bakalan ujian dan lain-lain, aku putusin buat hiatus sementara,.,

aku bakalan usahain buat ngepost FFnya… mungkin butuh waktu yang rada lama karena diselingi sama pembelajaran yang makin padat…

ditambah lagi , nilai KKM disekolahku naik,,semua pelajaran nilai KKMnya 78 kecuali MTK 77…

75 aja aku remedial, apalagi 78 ToT

mianhaeyo~ mohon maaf banget loh~ beneran T.T

Categories: Uncategorized | 8 Comments

Alasan dibalik nama ELF by Leeteuk


Alasan dibalik nama ELF by Leeteuk.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

DIMOHON DENGAN SANGAT!! SEMUA E.L.F HARUS BACA INI


Di balik panggung Music Bank, Saat Rekaman sedang berlangsung…

Leeteuk : Album repackaged (versi C) akan segera dirilis minggu depan, akan ada Heechul di MV itu…

Eunhyuk/Donghae : serius? Jangan berbohong.

Ryeowook : Serius, selain itu juga akan ada member lain.

Eunhyuk : (komat-kamit ngomong sama diri sendiri) “kalau album repackaged kita juga terjual lebih dari 200.000 copies, kita punya total penjualan 500.000 copies, itu berarti GDA ….”

Tolong jangan terlalu memikirkan apakah percakapan itu tadi sebuah isyarat untuk kita (para ELF) atau bukan . GDA hanya terjadi setahun sekali. Jika kita memperlakukan album ver. C kayak ver.A (makudnya dalam penjualan), dan jika kita benar2 memperhatikan ver.C dengan target terjual 200.000 copies, ini bukanlah sebuah mimpi, karena kita harus yakin kita bisa!!

Masih ingat gak, tahun lalu, Heechul pernah bilang, dengan menjual album paling tidak total 500.000 copies itu berarti SUDAH MEMASTIKAN PIALA GDA DI TANGAN SUPER JUNIOR. Dan sekarang Eunhyuk yang ngomong gitu… Tahun lalu, semua ELF mengira omongan Heechul itu hanya bercanda, TAPI KENYATAANNYA TIDAK!! DIA BENAR DAN TEPAT SEKALI! GDA DPT DIPEROLEH KETIKA KITA BISA MENJUAL ALBUM VER. A DAN VER. C DGN TOTAL 500.000 COPIES!!

ELF di seluruh dunia ini sangat banyak, bahkan kalau bisa dibilang ELF ITU SANGAT BANYAK SEKALI!! Jika setiap satu ELF berusaha untuk membeli album, yakin-seyakin yakinnya, IMPIAN MENDAPATKAN GDA TAHUN INI BUKAN SEKEDAR MIMPI!!

Sebenarnya tahun lalu beberapa PETALS sudah menduga omongan Heechul tahun lalu memang benar. Tapi, karena ELF pada waktu itu belum bersatu pada dan banyak ELF yang masih dimabuk oleh euforia kemenangan GDA tahun 2009, karena ini juga sangat sulit untuk meyakinkan ELF asing (non Korea) untuk bekerja bersama.

Ketika tahun lalu kita kehilangan kesempatan untuk memenangkan GDA, itu sangat menyedihkan. Tapi kita mencoba untuk mengambil sisi positifnya, dengan kejadian itu ELF sedunia menjadi terketuk hatinya untuk bersatu dan semakin kompak dan terorganisasi. Sering banget Korean ELF bilang ke kita (ELF asing) untuk saling bergandeng tangan mewujudkan impian meraih piala GDA. Krn sekarang Super Junior bukan hanya bintang Kpop Asia, tapi bintang Kpop dunia, kita sebaga ELF harus berjuang^^ Hwaiting!

ELF Tolong banget, sekarang kita konsentrasi buat ningkatin penjualan album versi A dan C. Krn SJ bilang hanya versi A dan C, bukan versi B. Mari kita bergandengan tangan utk meraih piala GDA!! Toh Versi B bisa kita beli setelah itu!

Jika kamu benar2 Hardcore ELF, TOLONG BANTU SEBARKAN NOTE INI KEPADA SESAMA ELF!! Mari kita saling bergandengan tangan satu sama lain untuk mewujudkan impian oppadeul kita dan juga untuk kado termanis kepada 83 lines krn mereka masuk wamil (Teuk tahun depan) dan Leeteuk Pernah bilang sebelum dia wamil dia pengen banget menangin GDA

ELF Hwaiting !! Kita bisa!!

NB: ELF, bisa dibilang ini adalah usaha terakhir buat oppadeul SUJU. Bukan rahasia umum lagi, tahun depan mereka hiatus alias istirahat, alias gak mengeluarkan album lagi. Jadi mengapa kita gak berusaha membuat ini sebagai “kado termanis” buat mereka ?? Mari kembali kita renungkan.

cr. : @ SujuFor_ELFindo

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Pigeon Necklace part 5


“hmmm,,, sepertinya iya. Perasaanku cukup hancur saat melihatnya bersama yonghwa.”

“begitu ya… oppa, sudah jam berapa?” ia menarik tanganku. Sudah jam 9.

“omo oppa… seandainya minji hyung tahu aku pulang selama itu.” Aku mengerti maksud pembiacaraannya. Aku membantunya berdiri dan memasuki mobil. Aku segera menyetir ke arah rumahnya. Rumahnya berjarak cukup jauh dari sungai han.

Fiuh… minji hyung belum pulang. Aku mengalihkan pandanganku pada yeoja disebelahku. Dia mendengkur pelan. Aku terkekeh. Aku ingin membangunkannya. Akan tetapi, seorang namja sudah berdiri disamping pintu tempat duduk soohwa. Aku terkejut, setelah dilihat ternyata itu adalah minji hyung.

“dari mana kalian?”ia bertanya dengan pelan, takut membangunkan dongsaengnya

“tadi pesta ulang tahun sungmin hyung. Lalu kami jajan sebentar di sebuah stand.” Jawabku gugup.

“ya! Cho kyuhyun, kenapa kau gugup? Bukankah kita sudah lama saling kenal? Aku percaya padamu.” Minji hyung menggendong soohwa masuk ke rumah. Aku mengekor dibelakangnya.

“tapi kok lama sekali? Apa kalian pesta dulu?” tanyanya seraya memberiku kode untuk membuka pintu kamar Soohwa.

“ya begitulah. Tapi aku dan Soohwa, jajan dulu di sekitar sungai han.” Aku mengedarkan pandanganku ke dalam kamar soohwa. Tidak berubah. Masih tetap rapi.

“hyung, aku pulang dulu. Pasti hyungdeul yang lain menungguku.” Aku pamit sambil membungkukkan tubuhku.

“nde, hati-hati ya!” minji hyung tidak berubah. Ia sangat ramah. ^^

XXXX

Hmm,, hari ini aku dan hyungdeul sedang libur. Aku jadi ingat sama kampung halamanku. Ya, soohwa. Aku mungkin bisa mengajaknya. Kami bisa berlibur disana. Cukuplah, 3 hari disana. Aku mengajak hyungdeul rapat sebentar. Mereka semua setuju. Tinggal menjemput Soohwa.

Soohwa sangat senang saat aku mengajaknya ke Nowon. Rumah kami memang bersebelahan.

“jinjja? Ah, akhirnya aku bisa bertemu dengan Min Rin dan Kwang min.^^” yah, seperti itulah responnya.

Sekarang kami sudah diperjalanan. Kami menggunakan bus. Tidak mungkin menggunakan mobil. 30 menit kemudian kami sudah sampai.*author ngasal

“oppa, aku main ke bukit duluan ya ^^” soohwa langsung berlari ke bukit belakang rumah kami berdua. Bagaimana aku menyebutnya? Bukit itu sudah termasuk tanah orangtua kami. Jadi hanya kami dan beberapa orang saja yang bisa ke situ. Dan juga rumah pohon di depan rumah soohwa. Itu sudah ada semenjak kami kecil.

Aku meletakkan barang-barangku. 5 orang tidur dikamarku, 5 orang tidur di kamar tamu. Aku membiarkan para hyungdeul istirahat. Aku menyusul soohwa di bukit itu. Siluet dirinya diterpa sinar matahari sangat manis ^^.

“soohwa!!” seruku. Ia menoleh dan tersenyum. Aku duduk disampingnya. Ini adalah bukit yang indah. Benar-benar indah. Karena kami dapat menyaksikan sunset dari sini.

“YA! CHO KYUHYUN!” aku menoleh ke bawah. Eeteuk hyung.

“WAEYO,HYUNG?!” aku juga balas berteriak xD

“ada member SNSD disini !”seru eeteuk hyung semangat. Mwo?!. Ada member SNSD??

“kok mereka bisa ada disini hyung?” seruku. Eeteuk hyung hanya mengedikkan bahu.

“oppa! Aku turun duluan.” Soohwa setengah berlari ke bawah bukit ini. Aneh, tidak biasanya dia pergi secepat ini diari atas bukit. Lagipula, sebentar lagi sunset.

“oppa, apa aku menggangumu?” suara seorang yeoja. Tapi bukan soohwa. Aku menoleh. Seohyun.

“entahlah.”jawabku dingin.

“oppa masih marah padaku?” aku hanya memalingkan mukaku.

“oppa! Jawab aku!” dia membentakku dan juga memelukku dari belakang. Hangat. Tapi entahlah, rasanya ada yang kurang.

“aku benci melihatmu dengan laki-laki lain!” aku membentaknya. Kurasakan sesuatu yang basah mengenai punggungku.

“aku janji, tidak akan melakukan hal itu lagi.” Aigo~ dia menangis.

“benarkah kau berjanji?” aku mulai excited.

“tentu ^^.” ia tersenyum. Manis sekali *jujur, author gk rela T,T*.

“aku ingin kau menggunakan kalung ini. Dan menjaganya.”aku memberikannya kalung berliontin burung merpati yang pernah kuberikan pada soohwa kepadanya.

“err,,, tentu saja oppa ^^.”ia terlihat canggung *kagak rela dia mah kyu T,T*

“kita turun ya.” Aku berjalan menuruni bukit *lewati lembah #plaaak* Seohyun mengekor dibelakangku .

Sudah jam 7.30 KTS, pantas aku mencium bau masakan. Yang memasak adalah wookie hyung, sungmin hyung dan beberapa member SNSD. Sisanya, tuh lagi main diteras. Tunggu, mana Soohwa?

Aku ingin pergi mencarinya. Tapi seohyun sudah sangat lengket denganku. Ah, mungkin dia mengambil sesuatu di rumahnya. Aku duduk tenang di dekat member yang lain, tentu saja sambil menerima ejekan mereka ttg aku dan seohyun.

Jam 8.00 KTS, makanan sudah siap. Soohwa masih belum muncul.

“mana soohwa hyung?” tanyaku.

“kalau tidak salah, tadi dia naik ke atas rumah pohon itu.” Jawab shindong hyung sambil mengunyah makanannya.

“ya sudah aku akan mengajaknya kesini.” Aku sudah akan berdiri. Tapi satu tangan menahanku.

“suruh yang lain saja oppa, aku masih kangen padamu.” Ia kembali bersender pada tubuhku. Err,, sejujurnya aku ingin sekali memanggil soohwa. Tapi aku juga tidak memungkiri ingin berduaan ama Seohyun.

“ya sudahlah Kyu. Biar aku saja J” sungmin hyung berjalan keluar rumah.

Kyuhyun POV end
Soohwa POV
aih~ aku tidak sanggup melihat mereka. Lebih baik aku menenangkan diriku disini. Di atas rumah pohon ini. Toh tempat kesayanganku digunakan oleh mereka.
“Soohwa? Kau ada diatas sana?” sebuah suara yang cukup familiar. Aku mendongakkan kepalaku ke bawah. Sungmin oppa.

“ne oppa. Waeyo?” aku menekan tombol didekatku. Syuuuung… sebuah tangga turun otomatis dari atas. Sungmin oppa memandangi tangga itu takjub. Lalu perlahan dia naik.

“kau tidak makan?” sungmin oppa duduk disebelahku. Dia memandangi rumah pohon ini. Walau dari luar terlihat kecil, didalam sini cukup luas. Bisa menampung 13 orang.

“molla. Aku lapar. Tapi aku malas ke bawah.”

“bagaimana kalau aku bawakan makananku kesini? Kita makan berdua disini ya?” tanya sungmin oppa dengan aegyeonya.

“boleh ^^” sungmin oppa segera turun dan kembali lagi sambil membawa makanan. *jangan tanya gimana cara bawa ke atasnya -_-*

“ayo dimakan J ini yang masak wookie dibantu oleh aku dan beberapa member SNSD ^^” ujar sungmin oppa riang.

“ne oppa ^^” kami makan dalam keseruan. Setelah makan, sungmin mulai melihat-lihat isi rumah pohon.

“ini foto kalian saat kecil?” tanya sungmin oppa saat melihat sebuah foto besar yang dipajang disitu. Cukup kusam. Karena sudah sangat lama. Soohwa hanya mengangguk.

“disini indah. Lihat! Ada banyak bintang!” seru Sungmin oppa. Jinjja? Aku mengikuti arah yang ditunjukkan oleh sungmin oppa. Indah. Sangat indah.

“besok kau ada acara?” tanya sungmin oppa sambil tersenyum. Aku menggeleng. Aku memang ingin ke rumah Minrin. Tapi aku tidak tahu, dia ada di Nowon atau tidak sekarang.

“bisa menemani oppa keliling daerah sini? Memang sih, oppa pernah diajak Kyu ke sini. Cuma, oppa sudah lupa jalan-jalannya. Walaupun sudah lama tidak pulang, kau kan dulu sudah lama sekali tinggal disini. Bisakah?”tanya sungmin oppa dengan imut. Eumm… boleh saja, daripada di rumah, tidak ada yang bisa dikerjakan.

“ne ^^ tentu saja oppa.” Sudut mataku menangkap sesuatu dibawah. Aigo~ aku sedang tidak ingin melihat itu. Tanpa sadar aku terus memandangi mereka. Tiba-tiba, Kyu melemparkan pandangannya keatas, kearahku. Refleks aku mengalihkan pandanganku pada Sungmin oppa. Aku melirik sedikit ke arah bawah, Kyu tidak lagi memandangiku. Ia sekarang memandangi Seohyun. Dengan intensif.

“soohwa, kebawah yuk! Disini dingin.” Ajak sungmin oppa. Aku memencet tombol tangga. Belum aku jelaskan ya? Rumah pohon ini sudah dimodifikasi, sehingga hanya yang tahu kodenya saja yang bisa naik keatas. Jika tidak, tangganya tidak akan muncul. “ne oppa.” Aku mengikuti sungmin oppa. Sampai dibawah, aku menekan salah satu bagian dari pohon besar itu. Dan, tangganya perlahan naik keatas.

“oppa, aku duluan ke rumah ya. Terimakasih atas makan malamnya.” Sungmin oppa hanya tersenyum. Aku setengah berlari kerumahku. Cukup sepi. Sepertinya para member SNSD masih ada di rumah Kyuhyun oppa. Aku masuk kedalam kamarku. Tepatnya kamar orangtuaku. Kamarku digunakan oleh 5 member SNSD. 4 member yang lain tidur di kamar tamu.

Aku mendekati jendela. Aku bersyukur, jendela ini tidak menghadap rumah Kyu oppa. Tidak seperti kamarku yang jendelanya berhadapan dengan jendela kamar Kyu oppa. Bintang. Aku meraba kalung yang diberikan Kyu oppa saat aku ulang tahun. aku hanya dapat menghela nafas. kira-kira, kalung itu akan ia berikan pada siapa ya? kalung itukan dulunya kesayangan kyuhyun oppa

flashback

serahkan uangmu dan juga harta bendamu!” hardik seorang senior berbadan besar.
“ti.. tidak.. aku tidak memiliki uang!” jawab si junior.
“kau punya kalung itu. lagipula, kau laki-laki. untuk apa pakai kalung? merpati pula? sini berikan padaku!” bentak si senior.

senior itu mencoba untuk menarik kalung itu dari leher Kyuhyun. tapi Kyuhyun yang semula ketakutan mulai berang karena kalung itu disentuh dan hampir dirampas. Kyuhyun menerjang senior itu sampai terjatuh ke lantai.

“op-oppa?! kenapa ada disini? Ahra onnie mencarimu dari tadi!” suara soohwa yang panik semakin panik saat melihat seorang seniornya terjatuh dilantai “nuguya oppa?” tanyanya sambil bersembunyi dibelakang kyuhyun.

“anio, bukan siapa-siapa. ayo pergi. dan kau hyung! sekali lagi kau menyentuh kalung ini, kau akan menerima pembalasan dariku lebih dari ini.” kyuhyun lalu menarikku ke arah parkiran

flashback end

huft… sudahlah soohwa.. tidur saja.. tidak usah dipikirkan, batinku

Besoknya…

“soohwa-ssi.. ayo ke rumah Kyuhyun. Kita sarapan bersama.” Aku mendengar suara taeyeon onnie. Aku memang belum keluar kamar dari tadi malam.

“ne onnie, aku segera keluar.” Aku hanya mengikat rambutku asal.lalu keluar rumah. Semua member sudah berkumpul.

“hari ini kita jalan-jalan ya?” tanya Yuri onnie. Aku hanya diam sambil mengunyah makananku.

“terserah. Hari ini, acara bebas.” Jawab Eeteuk oppa sebagai orang tertua *#plaak*

“ne. Aku akan keluar bersama soohwa. Ya kan soohwa?” Sungmin oppa menatapku dengan matanya yang imut *apa kita ganti couple aja?*
“ne oppa “ mungkin aku bisa minta temani oleh Sungmin oppa ke rumah Minrin.

Soohwa POV end

~T B C~

annyeong yeoreobun😀

mian yang ini bikinnya lama… sebenarnya udh mau dipost minggu lalu, tapi, modemku di tahan karena ada ujian🙂

@thena_taena semoga di part ini, onnie bisa dapetin jawaban di komen part 4 kemaren ^^
@QuinAegyoMin ini part 5nya ^^ makasih udh ditungguin.. mian klo gk enak part yang ini >w<

Categories: Uncategorized | 10 Comments

pigeon necklace part 4 -kyuhyun side-


annyeong yeoroubeun😄 aku balik lagi,,, aku gk tahu apa yang terjadi *reader:loh kok gitu? lo kan authornya/saya:ya dibisain lah /reader:#asah golok*

langsung baca aja ya ^^

part 1

part 2

part 3

(/^o^)/\(^o\^)

Soohwa hanya menjawab ,“oh itu, pas lagi nyebrang, mataku kemasukan debu. Udh ya oppa, aku mengantuk.” Aku mencegat tangannya lagi. Ia memandangku, dan memberikkan tatapan’apa-lagi’. Aku tersenyum evil, dan menunjuk pipiku. “poppo .”gumamku.

“aish.. aku tak mau.” Dia bersikeras. Dan melepaskan tangannya. Dia cukup kuat. Aku hanya memandangnhya dan terkekeh. Ia menutup pintu dan berlari ke pintu rumahnya. “bye soohwa.” Aku berdadah ria, “mehrong”dia menjulurkan lidahnya padaku dan tertawa.

 =.=.=.=.=.=

Sudah 3 hari aku tak bertemu soohwa. Aku sibuk dengan kegiatanku. Err, bukan hanya aku sih. Semua member. 2 hari lagi sungmin hyung ulang tahun. Akku bingung akan memberikannya apa? Sebuah boneka pink? 2 tahun yang lalu aku memberinya itu. Bantal untuk mobil pink? Tahun lalu aku memberikan itu. Apa ya yang akan aku berikan?

“hei kyu. kau mau ikut aku? Aku ingin beli hadiah untuk sungmin.” Heechul hyung tiba-tiba muncul. Hm, mungkin nanti aku bisa mencari barang yang cocok untuk minnie hyung

“ne, hyung. Tunggu aku. Aku ganti baju dulu.” Aku berlari ke kamarku.

“jangan lupa, topi,kacamata dan masker kyu!” seru hhechul hyung. Aku segera mengambil yang ia teriakkan di dalam lemari. Untungnya hari ini sungmin hyung ikut eetuek hyung mengisi sukira.

“ne, hyung aku siap.” Aku keluar dalam sekejap. Heechul hyung langsung menyeretku ke lift.

 

Heechul hyung keluar masuk toko hadiah. Tapi tidak ketemu. Aku juga. Aku bingung yang akan kuberikan pada sungmin hyung. Kami melewati toko perhiasan. Sebuah kalung. Kalung dengan liontin bintang. Cantik soohwa pasti suka. Soohwa? Omona aku lupa dia juga ulang tahun tanggal 1 Januari.

“hyung tunggu dulu.” Aku berseru karena heechul hyung sudah berjalan menjauhi toko perhiasan ini. Ia berbalik, dan menatapku. Aku langsung masuk ke dalam toko itu. Heechul hyung pasrah dan mengikuti.

Seorang pelayan  menanyakan dengan ramah aku ingin apa. Aku menunjuk kalung bintang yang ada di etalase depan.

“anda beruntung,tuan. Ini hanya satu disini.”

“berapa harganya?” aku tidak merespon. Aku hanya ingin mencari barang-barang untuk ulang tahun mereka.

“ini 100.000 won tuan.” Jawabnya

“yasudah. Bisa diberikan kotaknya dan dibungkus dengan manis. Dan tolong warna pembungkusnya putih polos.” Aku sangat mengerti selera soohwa.

Aku melihat-lihat perhiasan yang ada di toko itu. Wah, kebetulan. Ada kalung dengan mainan kelinci, bukan label playboy tentunya, dengan manik-manik pink.

“mian, kalau yang ini berapa?” aku menunjuk kalung itu.

“yang itu 150.000 won, “ aku memmberikan isyarat ‘bungkus-juga’ lalu si petugas itupun mengambilnya dan menyiapkan semuanya, “yang kelinci itu bungksunya pink ya!” pintaku.

“kenapa kau membeli 2? Satu untukmu? Kenapa tak beli yang pasangan saja?”tanya heechul hyung menunjuk dengan dagunya, beberapa kalung untuk pasanagn.

“tidak hyung. Satu untuk sungmin hyung, satunya untuk soohwa.”  Heechul hyung melemparkan pandangan tanya. “ dia ulang tahun di hari yang sama dengan sungmin hyung.”jawabku singkat. Heechul hyung hanya ber-oh ria.

2 jam, akhirnya heechul hyung mendapatkan hadiahnay. Jam tangan kasual yang keren. kami pulang. Untungnya tidak ada seorang fans pun yang sadar dengan kami.

Di dorm, member yang lain sedang nonton. Heechul hyung langsung nimbrung dan merebut remote dari donghae hyung. Yang lain hanya menggelengkan kepala. Aku langsung kekamar. Kamar kosong. Aku mengintip ke luar. Di luar tidak ada sungmin hyung dan ryeowook hyung. Ke mana mereka? Ya sudahlah. Pokoknya ini harus disimpan ditempat yang terpencil.aku mendapat ide.

Saat aku sedang membuka tempat rahasiaku, tiba-tiba sungmin hyung muncul. Langsung saja, aku jejelin barang-barang itu di dalam brankasku. “hyunnie udh pulang?  Kok lama banget?” tanya sungmin hyung dengan imutnya

Aku hanya tersenyum lalu mendekati sungmin hyung, “iya, tadi lama. Keliling ama heechul hyung. Kan minnie hyung tahu sendiri dia seperti apa?” aku mengajak sungmin hyung keluar dan menonton bersama member yang lain.

 =.=.=.=.=.=

Hari ini sungmin hyung ulang tahun. Aku mengucapkan yang pertama. Jelas saja. Kan aku sekamar dengannya.

“mana kadoku kyu?”tanyanya

“nanti ya hyung” jawabku

Hari ini, kami, super junior akan merayakannya di luar. Kami berencana akan makan diluar. Aku sudah memberi tahu eeteuk bahwa akan mengajak soohwa. Eeteuk hyung tentu sja setuju,

Sorenya, aku menjemput soohwa. Member yang lain akan langsung ke restaurantnya. Hari ini soohwa terlihat cantik dengan celana jeans dan kaus warna putihnya. Lalu ia mengenakan jaket.

Saat aku masuk ke dalam restaurant, member yang lain sedang membuka menu. Mereka menyambut kami, eh,, soohwa. Kami memesan makanan dengan banyak. Selagi menunggu makanan, kami memberikan kado dan sungmin hyung membukanya.

Pertama , eetuek hyung” wah, kamsah hyung. Sepatu ini sangat bagus.”*beli obralan ya? #plak*

Heechul, “wah, kamsah hyung. Jam ini sangat cocok denganku.”

Shindong,”wah, barang-barang ini akan cocok didalam mobilku”

Yesung,” wah enak, ini hyung buat senndiri ya?” yang dibalas gelengan, “ akubikin bareng eomma dan jungjin”

Donghae,” gelangnya keren”

Eunhyuk,”gantungan kunci? Tak apa. Terimakasih ,hyukkie.”*eunhyuk oppa lagi bokek XD*

Ryeowook,”topinya keren. Makasih wookie”

Siwon,”wah voucher belanja dan message? Maksih banyak wonnie.”

Dan finally aku.” Kalungnya lucu banget. Apalai pink. Maksih banyak kyu” dan soohwa juga membawa bingkisan. Ia memberikannya pada sungmin hyung. Dan isinya…

“wah topi rajut dan sarung tangan rajut? Ada tulisan sungmin di keduanya. Bikin sendiri?” soohwa mengangguk.

“aku juga mau, “ “aku juga” banyak sahutan dari seluruh member. Tak terkecuali aku.

“ne, dirumah masih ada. Tinggal bikin namanya J”soohwa tersenyum.

Aku nyeletuk,”saengil chukkae hamnida soohwa.” Lalu aku memberikannya bingkisan satu lagi.

Seluruh member melongo, lalu dengan kompak mengucapkan,”saengil chukkae hamnida soohwa”

Soohwa menyimpan bingsan dariku. Aku mengernyit.

“aku akan membukanya di rumah.”

Kami mulai makan. Para member mengucapkan maaf karena tidak memberinya hadiah dan bilang hadiahnya akn menyusul. Soohwa tersenyum. Entah kenapa hatiku bahagia melihatnya terseyum.

Aku mendapat tugas untuk mengantar soohwa pulang. Padahal ini baru jam 7 malam. Dan lagi pula besok aku tak ada acara.

Di jalan, akmi sibuk bercerita tentang soohwa saat di kanada. Namun aku melihat sepasang kekasih yang baru masuk ke toko pizza. Mirip… seohyun. Aku menghentikan mobilku, dan masuk ke dalam toko ituu. Soohwa yang bingung hanya mengikutiku.

Dan benar. Seohyun bersama yonghwa. Bermesraan . Mereka melihatku. Seohyun langsung berdiri dan menghampiriku.

“mianhae oppa. Aku sedang lapar dan bertemu dengan yonghwa. Jadi kami pergi makan kesini.” Aku tidak mengiraukannya. Aku menarik soohwa dan pergi keluar menuju mobilku. Seohyun masih mengikutiku.

“oppa, mianhae.”dia trus merengek. Aku benci caranya merengek,

“mianhae katamu? Kau bilang lapar? Apakah kalo lapar harus bermesraan?” aku membentaknya. Ia terkejut dan matanya berkaca-kaca. Soohwa mencoba menenangkanku.

“siapa yang bermesraan?lagipula oppa juga bermesraan dengannya, ya kan? Dan kau jangan beraninya kau menyentuh kyuhyun.” Ia membentakku balik. Soohwa tak lagi berani menenangkanku, ia seperti akan pergi ke dalam mobil. Aku menarik tangannya dan menahannya.

“aku mengantarnya pulang. Kau tahu hah? Biarkan saja ia menyentuhku. Toh dia perhatian denganku. Tidak seprti kau.” Aku mebentaknya dan meninggalknanya.

Aku menarik soohwa dan masuk  ke dalam mobil meninggalkan seohyun dan yonghwa.

Soohwa hanya diam. Sepertinya dia masih shock dengan bentakan seohyun tadi. Aku mengusap kepalanya pelan.

“gwaechanayo?” soohwa tersenyum. Alangkah mudahnya ia memasang senyum itu. Dia mengangguk dan melepaskan tanganku dari kepalanya.

“naneun gwaechana oppa. Oppa, gwaechana?”ia balik bertanya padaku. Aku mengangguk dan memberikannya senyumanku.

“kita mau kemana,oppa? Ini buakn jalan ke rumah?” soohwa memandangi jalan.

“temani oppa dulu ya? Kau mau kan?” soohwa menjawab dengan anggukan. Lalu perhartiannya kembali kepada jalanan kembali

Aku menghentikan mobilku. “ini, di sore hari, tempat ini sangat indah oppa.” Kata soohwa saat ia tahu aku membawanya ke sungai han.

“indah? Apanya yang indah?” jujur, menurutku sungai han biasa saja. Aku hanya datang ke sini di malam hari dan itupun kalau kepalaku benar-benar penat.

“disore hari, ada banyak burung merpati. Saat oppa sedang sibuk, aku kesini terus. Sambil membawa makanan burung.” Ujarnya sambil duduk.

“burung merpati?” aku merasa familiar.

“ne, burung merpati. Hm, oppa. Ini kalungmu yang dulu. Aku masih menjaganya.” Ucapnya sambil melepaskan sebuah kalung.

“ani. Itu untukmu. Aku ingin kau terus menjaganya.” Aku meletakkan kalung itu kembali di tangannya.

“oppa?” soohwa memanggilku saat kami hening.

“nde?” aku meatapnya

“apa oppa benar-benar sayang dengan seohyun?” pertanyaan itu ia lontarkan tanpa membalas tatapanku. Ia memilih menatap kakinya sendiri.

(/^o^)/\(^0^\)

kyahahha,, gimana nih??? need coment loh ^o^

Categories: Uncategorized | 12 Comments

Pigeon necklace part 3 -kyuhyun side-


“hmmm… magnae SNSD. Tunggu, namanya seohyun bukan?” Soohwa menebak. Dari mana ia tahu? Aku belum memberitahunya nama yeojachinguku. Oh iya, aku lupa lagi. Kyuhyun pabo. Dia kan adik Mr56inji hyung. Sunbaeku di SM ent.

“wah kau hebat. Bagaimana kau bisa mengetahuinya? Apalagi kau baru pulang dari Kanada. Seandainyapun minji hyung memberitahumu, aku kurang yakin kau dapat menghapalnya.” Puji sungmin hyung.

“hyung, kau lupa? Dia yeoja yang cerdas. Dia dapat menyingkat masa smp, sma, dan kuliahnya. Sekarang saja dia sudah sarjana.” Aku membeberkan fakta yang dulu kuceritakan pada sungmin hyung.

“ah, mianhae. Aku lupa. Ya sudah. Ppali, kita harus cepat.” Kami segera berlari ke mobil. Aku kembali menjadi supir. Hiks, sedihnya.

Sesampainya di SBS

“kalian darimana? Cepat ganti baju dan touch up” eetuek hyung memarahi kami dan ketika ia melihat seorang yeoja cantik di belakang kami, penyakitnya kambuh. Yah, penyakit NARSIS.

“aneyong… mencari siapa? Kau mencariku?” aku dan sungmin hyung menepuk jidat masing-masing.

“hyung. Perkenalkan Park Soohwa. Adik Park Minji sunbaenim.” Aku mengenalkan soohwa. Eeteuk hyung menampilkan ekspresi terkejut, lalu berubah menjadi ekspresi bersahabat.

“ah, Eeteuk imnida. Aku leader dari super junior. Kyuhyun sedikit banyak(?) bercerita tentangmu. Senang berkenalan denganmu.” Eeteuk hyung mengulurkan tangannya dan disambut oleh soohwa.

“soohwa imnida. Aku juga senang berkenalan dengan oppa.” Soohwa tersenyum. Aih, manisnya. Dan, seperti yang aku takutkan. 7 member super junior merangsek(?) maju. Mengajak soohwa berkenalan.

“Lee donghae imnida”

“kim heechul imnida”

“eunhyuk imnida”

“yesung imnida”

“kim ryeowook imnida”

“Choi siwon imnida”

“shindong imnida”

Mereka semua berkenalan sengan soohwa. Dan eng ing eng… member SNSD yang berada tidak jauh dari kami, dan sedang mengerumuni seohyun bubar dan berkenalan dengan soohwa. Stelah berkenalan, eeteuk hyung dan shindong hyung ngobrol dengan soohwa. Aku tak akan cemburu dengan mereka. Toh, mereka sudah memeiliki pacar.

“oppa. Aku kangen sekali denganmu” aish, suara itu. Tangannya menelusup da memelukku dari belakang. Aih, aku risih. Aku melihat soohwa memprhatikan kami,

“oppa?” panggilnya lagi. Aku melepaskan tangannya dan membalikkan badanku. Dia langsung memelukku lagi. Aku melihat ada yang beda. Ya, kalung. Dia mengenakan kalung yang terbuat dari berlian. Aku menyentuh kalung itu, refleks.

“oppa suka? Aku sangat menyukainya. Ini diberikan oleh yonghwa oppa”ia memainkan kalungnya. Jinnja. Dia ini. Didepanku dia memamerkan kalung itu. Dasar.

“nde, aku suka. Cantik.” Pujiku. Lagi-lagi aku merasakan pandangan menusuk. Aku memutar kepalaku. Aku melihat semburat kesal di wajah soohwa. Tetapi semburat itu hilang saat ia menyadari aku memperhatikannya.

“oppa? Kau kok bisa dekat dengan saengnya minji oppa?” tanyanya manja.

“dia sahabatku dari kecil. Minji hyung juga teman sepermainan ahra noona.” Aku menjelaskan hal itu secara singkat. Seohyun, tanpa melepaskan tanganku, menatapku dengan pandangan yang aku artikan ‘kenapa-kau-tak-pernah-memberitahukanku-hal-ini’.

“tak perlukan? Apa hubungannnya denganmu?” aku balik bertanya. Seohyun hanya terdiam. Bagus , aku berhasil membungkamnya.

“kajja, setelah After School, lalu SNSD, barulah kita keluar” kata manager hyung yang muncul entah dari mana. SNSD pun bersiap. Kami juga. Apalagi aku dan sungmin hyung yang belum sempat ganti baju. Kami ganti baju sekejap. Kami menunggu SNSD selesai dibelakang panggung. Aku mencari soohwa. Kenapa yeoja itu tiba” menghilang?

Kami sukses membawakan lagu terbaru kami. Bonamana dan boom-boom. Kami kembali lagi ke ruang rias. Soohwa juga masuk. Dari mana dia?.

“kau darimana soohwa?”aku melontarkan pertanyaanku. Ia meringis. Lalu menunujukkan sebuah bungkusan ditangannya.

“tadi aku ke toilet. Lalu aku keluar gedung. Soalnya tadi pas kita masuk gedung, aku melihat ada stand makanan. Aku tahu oppa pasti belum kenyang makan fast food tadi.” Jawabnya sambil menyodorkan bungkusan itu pada kami. Didalamnya ada 10 bungkus sagyemtang. Baunya harum.

“apa itu kyu?” eeteuk hyung bertanya padaku,“wah sagyemtang. Sepertinya enak.” Eeteuk hyung tersenyum pada soohwa. Soohwa membalas senyumannya.

“itu untuk oppaduel”ujarnya. Eetuek hyung mengucapkan terimakasih dan membagikan sagyemtang itu pada kami. Shindong hyung langsung memakan sagyemtang itu dengan lahap. 10 bungkus. Berarti hanya untuk kami.

“kau tidak makan? Atau tadi kau makan dulu disana?” aku bertanya kepadanya sambil menyuap satu sendok kemulutku. Ia hanya tersenyum. Dan memberi isyarat kalau dia sudah kenyang. Matanya merah. Apa ia menangis? Ini salah satu ciri-ciri seandainya ia menangis. Siapa atau apa yang telah membuatnya menangis?

“kau tidak makan?”tanya eunhae berbarengan. Soohwa lagi-lagi tersenyum.

“aku sudah makan. Dan aku masih kenyang oppa.” Jawabnya. Siwon hyung mendekatiku.

“hei, kyu. apa ia baru saja menangis? Matanya terlihat merah dan sedikit sembab.” Tuh kan, dia menangis. Siwon hyung saja sudah bilang itu. Tapi tidak etis menanyainya disini.

“aku tak tahu hyung. Mungkin saja saat di luar, matanya kemasukan debu.” Aku beralasan agar siwon hyung tidak nekat menanyai soohwa.

“hm.. benar juga. Ya sudah.” Aku hanya memandangi Soohwa sampai …

“oppa, kau lagi makan apa? Sagyemtang! Suapin aku dong!” seohyun tiba-tiba datang dan memintaku menyuapinya. Sayang sekali, padahal sangat enak. Aku dengan enggan tapi mau(?) menyuapinya. Dia mengunyahnya dengan anggun.

“kyuhyun, cepat selsaikan makanmu! Kita harus berangkat ke Sukira.” Eetuek hyung sudah menyelesaikan makanannya. Disusul oleh yesung dan juga Shindong hyung. Aku menyuap satu sendok lagi ke mulutku. Aku melirik yeoja di sebelahku. Mukanya seakan ia ingin disuap lagi.

“makan sendiri saja ya! Aku harus pergi.”aku menyuapkannya sesendok dan meninggalkan sendoknya didalam mulutnya. Aku segera mengambil tas dan barang-barangku yang lain.

“jakkaaman , hyung!” aku berseru sambil berlari ke luar. Di luar, para E.L.F sudah menungggu. Soohwa, pura-pura tidak tahu dan langsung masuk mobil. Mobil itupun memutar dan berhenti didepan pintu. Kami segera meloncat sambil tersenyum pada fans kami.

Didalma mobil, lebih dominan yesung hyung dan eetuek hyung yang berbicara. Aku masih memikirkan penyebab mata sembab soohwa. Bagaimana cara mengatakannya?

“oppa, kau sakit?” soohwa meletakkan tangannya di dahiku. Lalu menerka apakah panasnya normal atau tidak. “kau tidak sakit. Kau kenapa? Lapar? Ingin dibelikan sesuatu?” tanyanya penuh perhatian.

Aku menepis tangannya dengan lembut. Dan aku memberikannya senyumanku.

“ani, saeng. Naneun gwaechanayo.” Dia bersemu. Aku hanya membeirkannya senyumanku. Eetuek hyung dan juga yesung hyung tertawa. “kau masih kuliah?”eetuek hyung bertanya kepasa soohwa

“aku sudah tamat oppa” soohwa menjawab dengan sopan.

“bukankah kau satu tahun dibawah kyuhyun?” eetuek hyung terlihat berpikir dan mengihtung. “ya, kau pintar sekali. Kok bisa tamat?”

“aku kebetulan dapat program akselerasi. Dan itu semua membuat ku dapat lulus lebih cepat 2 tahun dibandingkan teman-temanku yang lain.” Disambut oleh ooo oleh eetuek hyung.

“setelah ini kau ingin kemana kyu?” tanya yesung hyung

“aku? Entahlah. Sepertinya langsung pulang.”

“dan kau soohwa?”

“sama, juga pulang. Tapi siapa yang akan mengantarku?” soohwa bertanya dengan muka kebingungan.

“aku dan eetuek hyung tidak mungkin. Kami masih ada jadwal yang lain. Bagaimana kalau kyu? kau bisa menggunakan mobil ini. Nanti aku dan eetuek hyung menggunakan mobil manager hyung. Bagaimana?”yesung hyung memberikan ide dan menatapku meminta persetujuan. Aku berpikir. Aha, baiklah.

“araso hyung. Aku mau.”aku meberikan yesung hyung evil smirk ku.

“nde. Kita sudah sampai.” Kami pun turun dan langusng bersiap untuk siaran. Soohwa menunggu diluar seakan-akan ia adalah fans kami. Yang berbeda, fans kami sangat histeris melihat kami, dia kalem , adem ayem aja.

“aneyong. Tetap setia menunggu kami ya!” eetuek hyung memberi salam pada para fansnya. Kau dan yesung hyung melambaikan tangan.

1 jam kemudian

Kami keluar, dan para fans kami langsung kembali histeris. Aku melihat soohwa menunggu didekat mobil. Aku memberikannya isyarat untuk masuk duluan sebelum para fans ku menyadari itu. Ia masuk dan menutup pintunya. Aku juga bergegas ke mobil. Aku dan eetuek dan yesung hyung pun berpisah dan memberikan masing-msing salam. “hati-hati.” Gumam eetuek hyung. Aku hanya tersenyum.

Kami segera meluncur ke jalanan. Aku menghidupkan radio, dna keberuntungan. Laguku, “7 years of love” diputar. Aku menyanyikannya. Dia tersenyum sambil sesekali bersenandung mengikuti irama. Aku tahu, ia juga memiliki suara yang indah. Seprti minji hyung.

Kami sampai. Aku menghentikan mobilku di depan pintunya.

“kamsahamnida oppa. Terimakasih atas hari ini.” Ia kembai tersenyum. Apakah perasaanku kembali bersemi? aku nyaman jika ia terseyum.

“tunggu dulu soohwa.” Aku mencekal tangannya saat ia membuka pintu. Ia kembali menutup pintu itu.

“waeyo, oppa?” dia bertanya padaku sambil berusaha melepaskan cekalan tanganku.

“kau… apakah kau tadi menangis?” aku menatap matanay dalam. Ia memnggigit bibirnya. Aigo, aku tahu apa yang akan ia jawab.

“tidak, tentu saja tidak. Kenapa oppa bertanya seperti itu padaku?”bingo. seperti yang aku tebak. Kenapa ia tak mau jujur padaku. Aku ingin menanyakannya lebih jauh, tapi melihat mukanya yang kecapekan, kau membatalkan niatku.

“ani. Tadi stelah kau membelikan kami sagyemtang, matamu bengkak.” Aku mengusap puncak kepalanya. Ia tersenyum lirih.

TBC

apa yang akan terjadi? bagaimna perasaan kyu yg sebenarnya?

Categories: Uncategorized | 6 Comments

pigeon necklace part 2 -kyuhyun side-


halo,,, author gaje nan cantik #plak ini kembali ,,,buat quinminaegyeo,,, makasih banget udah mau baca part satu yang abal-abal,,,

disini masih banyak typos,,, karena aku bikin saat suasana hati bener-bener kelam…

______________________________________

Besoknya.

Apa yang aku lakukan hari ini ya? Bermain game lagi? Aku sedang tidak mood.

Aku ada ide. Aku segera mengambil hpku yang ada di genggaman sungmin hyung.

“ya kyu. aku sedang pakai.” Protes sungmin hyung.

“aku butuh hyung.” Aku beralasan dan mencari temapt yang ada privasinya. Tapi gagal. Ya sudahlah. Lebih baik di dalam kamar. Setidaknya hanya ada 1 yang tahu. Sungmin hyung.

“yobboseoyo. Akhirnya kau mengangkat telepon ku. Apakah kau hari ini ada acara? Jinnja? Apakah kau mau pergi ke taman bermain? Ah, gomawo. Aku jemput kau 1 jam lagi.” Aku menutup telepon ku, dan tentu saja mendapat pandangan tanya dari sungmin hyung.

“aniya. Aku mengajak temanku untuk ke taman bermain. Kan aku sudah lama tdak pergi ke taman bermain. Aish, hyung ingin ikut?” aku bertanya seperti itu karena sungmin hyung melakukan aegyeo.

“ne, tentu saja aku mau. Ayolah kyu, aku ingin ikut. Bolehkan?” ia terus menerus melakukan aegyeonya.

“baiklah tapi kau menelepon soo hwa lebih dulu. Ara?” aku memeberinya kode dan berkutat sebentar dengan hpku. “ne, hyung boleh ikut” aku mengambil beberapa barangku dan keluar dorm diikuti sungmin hyung.

Kami menjemput soohwa yang sudah siap di rumahnya. Aku dan sungmin hyung terus menerus bercanda dan mempermainkan Soohwa. Jujur saja, aku yakin sungmin hyung teringat dengan adiknya.

“apakah kau suka fotografi?” tiab-tiba sungmin hyung mengeluarkan kameranya dan mencoba memoto soohwa. Tapi langsung ditepis sooohwa.

“jeongsahamnida oppa, aku suka fotografi tetapi bukan menjadi objeknya.” Soohwa beralasan. Lalu mereka berdua sibuk berdiskusi tentang fotografi. Aku memang suka memoto, tapi tidak semaniak mereka.

Kami sampai. Aku turun dan langsung ke loket masuk. Aku membelikan mereka tiketnya juga. Mereka malah sibuk berbagi pendapat tentang badut yang baru difoto sungmin hyung.

“hyung, soohwa. Kita kesini mau main bukan mau foto-foto” aku mengeluarkan protesku. Sungmin hyung langsung mengeluarkan aegyeonya agar aku tidakmarah

“ne kyu. ayo kita bermain. Tapi aku mau  itu. Warnanya pink. Lucu.” Sungmin hyung berlari ke stand permen kapas. Dasar pink rabbit, batinku. Soo hwa yang melihat kelakuan sungmin hyung hanya tersenyum. Manisnya.

“ya! Oppa. Kenapa oppa mencubit hidungku lagi?” protesnya saat aku mencubit hidungnya.

“aku kangen pas kita masih kecil. Kan aku selalu mencubit hidungmu.” Aku mulai bernostalgia. Aku melirik soo hwa yang berdiri di sebelah yang juga sibuk sendiri mengusap hidungnya.

“kangen sih kangen oppa. Tapi hidungku merah ni! Dasar. Wek.” Soo hwa memeletkan lidahnya. Cara yang berbeda dari orang lain. Jika kalian memeletkan lidah, kalian akan memeletkannya secara lurus. Kalau dia, dia akan memiringkan lidahnya. Kau sangat kangen saat kami kecil. Gyut… aku mencubit hidungnya lagi.

“ah.. oppa berhenti mencubit hidungku. Nanti aku dikira flu.” Dia berseru sambil memukuliku.

“kalian, kenapa berantem?”sungmin hyung kembali dari stand permen kapas dan membawa 3 permen kapas. Sambil bertanya ia membagikannya pada kami.

“ini, oppa. Kyuhyun oppa mencubit hidungku. Lihat kan merah?” soohwa mengadu pada sungmin hyung. Dan memeletkan lidahnya lagi padaku. Aku hanya terkekeh.

“mana? Sini biar oppa lihat. Nggak kok. Nggak terlau merah. “ aish, dia malah bermanja-manja dengan sungmin hyung. Hyung, dia f**** ****ku. kau tahu bukan?

Setelah memutuskan dengan perdebatan yang alot akhirnya kami memutuskan mulai dari yang ekstrem baru yang santai. Pertama kami naik, hysteria. Kami akan dinaikkan ke ketinggian 20 meter. Hu… mengerikan. Setelah puas dengan hysteria, kami ke roller coaster. Untung tempat duduknya bertiga. Soo hwa ditengah, aku dan sungmin hyung mengapitnya.

“huh… capek hyung. Istirahat sebentar ya.” Kau duduk di sebuah kursi panjang. Sungmin hyung dan soohwa entah pergi kemana.

“haus oppa?”aku merasakan sesuatu yang dingin di pipiku. Soohwa, membawa 3 minuman kaleng. Ia memberikan 1 padaku dan membuka punyanya lalu meneguknya.

“diminum, oppa. Tunggu apa lagi? Atau tidak mau? Untukku saja ya?” ia berusaha mengambil minuman yang ada di tanganku. Kau mempermainkannya smapi sungmin hyung datang. Ia membawa berbagai souvenir. Ia juga membeli makanan. Kebetulan aku sangat lapar.

“kalian ini, sepertinya tidak bisa tanpa bermain ya? Ini makanan kalian, hanya ada ini. Tidak ada yang lain. Pilih saja, lalu ita pindah ke tempat yang ada mejanya. Ara?” sungmin hyung membagikan makanan fast food pada kami. Ada untungnya aku membawa sungmin hyung, setidaknya ada yang mengurus kami. Paling bagus sih bawa wookie, tapi tak apalah.

Soo hwa mengambil burger dan orange jus, aku mengambil hotdog dan coke, sungmin hyung dapat jatah burger dan coke. Kami mencari meja terdekat dan makan disana. Disana kami juga mengacak-acak souvenir yang dibeli sungmin hyung. Ada gantungan kunci, boneka,pena, buku, smapai makanan. Hampir smeuanya berwarna pink. Aigo… hyung, hyung…

“oppa tidak salah membeli barang ini? Bukankah ini terlalu banyak?”soo hwa bertanya dengan tampang bersalah. Sungmin hyung yang sedang merapikan souvenirnya itu hanya tersenyaum dan menjawab,” soohwa, kau tahu kan, member kami ada BANYAK. Aku yakin ini pasti habis diserbu.”

“iya soohwa. Aku yakin makanan ini akan langsung diminta oleh shindong hyung. Lebih baik aku minta jatah aman duluan. Betulkan?” tanganku menjangkau sebuah permen lollipop besar. Tapi ditepuk oleh sungmin hyung. Aku ebrusaha keras mengambil lollipop itu, tapi dipertahankan oleh sungmin hyung.

“ya! Oppa, kalian seperti anak kecil. Memang itu lollipop untuk siapa?”soohwa berusaha melerai kami. Aku melepaskan permen itu dulu, dan karena tadi kami menggunakan seluruh kekuatan kami, Sungmin hyung kontan terjengkang ke belakang.

“ah kyu… sakit. Hiks…” sungmin hyung merajuk padaku

“ah, jeongsahamnida hyung. Aku tidak sengaja. Mari aku bantu” aku segera berdiri dan membantu sungmin hyung. Tentu saja tanpa lupa tertawa keras. Untung tidak banyak orang menyadari kejadian tadi. Kalau iya, habislah liburan kami.

“ah kyu. gara-garumu, lollipop ini patah. Padahal ini untuk soohwa” sungmin hyung menatapi lollipop yang patah 3 itu.

“untukku oppa?” tanya soohwa tidak percaya. Sungmin hyung mengangguk. Soo hwa mengambil lollipop itu dan merobek pembungkusnya.

“karena kita ada bertiga, dan permen ini patah 3, ini untuk sungmin oppa, ini untuk kyuhyun oppa, dan ini untukku. Bagaimana? Pas bukan?” soohwa berusaha membuat suasana kembali cerah. Dan berhasil. Sungmin hyung menggigit sedikit lolliponya. Aku juga menggigit lollipopku. Rasanya jauh lebih baik daripada yag biasa.

“sudah jam berapa ini? Kita harus ke inkigayo kyu”sungmin hyung heboh.

“kau mau ikut? Tenang saja. Disana akan ada perempuan juga.” Sungmin hyung mengajak soohwa.

“perempuan? Siapa?” aku bingung. Jujur saja, aku tak memedulikan artis mana saja yang ikut perform bersama kami. Jahat. Iya, aku memang evil magnae.#evil smile

“bagimana kau ini kyu! SNSD kan juga perform bersama kita. Chagiyamu  kan datang.” Sungmin hyung menginformasikan chagiya ku datang. Chagiya? Akh, iya, seohyun. Dia datang. Aish… aku sedang tak ingin bertemu dengannya.

“chagiya?”soohwa melontarakn pandangan bertanya padaku.

“kau belum memberitahunya kyu? begini Soohwa, yeojachingu kyuhyun itu member dari SNSD. Sama-sama magnae gitu.” Aku hanya diam. Aku membiarkan sungmin hyung mengoceh tentang seohyun. Dan juga, kesamaan kami tentunya. Jakkaman, apakah ini hanya pandanganku, atau dibalik senyumnya, ia sedih? Aigo. Mungkin ini hanya halusinasiku.

______________________________________________

sekian part 2nya,,, RCL ya,,, read,like,coment,,, aku seneng banget,,, klo perlu dikritik ya,,,

Categories: Uncategorized | 12 Comments

********** anjing


eh ,,, aku akn gk tw kau asli atau gk,,, aku benci carmu tw gk,,,, jelas” tempat kerjamu ada tulisannya kea gitu… yah udh aku bilang kea gitu…

gk usah marah juga dong,,, aku kan gk bilang kalian pembohong,,,, aku benci kalian,,, sangat membenci kalian,,,

eh lo tw gk sih,,, kalian berdua itu cara ngirim pesannya sama,,!! jgn bilang kalian saling copy paste pake 1 com

kalian kan kaya,,, palagi LO,,,

 

*mian aku ngepost ini disela” pigeon necklace*

Categories: Uncategorized | 4 Comments

pigeon necklace part 1 *kyuhyun side*


judul: pigeon necklce

cast: cho kyuhyun

Park soohwa

seo joo hyun

Park minji

lee sungmin dan member suju yang lain

warning:

bagi yg gk seneng bcany,,, ya udh,,, gk usah dibaca,,, ini ff, sumpah bikin bosan,,,

tpi ini sebagian ,,, gimana ya bilangnya,,, pengalaman pribadi,,, *perasaannya maksudnya*

diclaimer:semuanya dari hati saya(?) insyaallah kyuhyun akan jadi milik saya,,,😄

__________________________________

hari ini aku ada perform di Music Bank. Yes, chagiya juga ada. Chagiyaku ada lah member SNSD. Kami sama-sama maknae.  Namanya Seohyun. Kami berpacaran selama 1 tahun. Kami berpacaran tepat saat aku ulang tahun. 3 Februari. kalian sudah bisa menebak aku? Belum. Baiklah, nama kami sama-sama berakhir Hyun. Kami memiliki lagu duet. Kami menyanyikannya saat SM concert.

Apakah kalian sudah bisa menebak siapa aku? Ya, Aku kyuhyun Super Junior. Member terjahil dan keren.

“ne. Yobboseoyo. Ah, minji Hyung. Jinjja? Aku juga sudah tak bersabar untuk bertemu dengannya. Ne hyung. Annyeong” aku menutup seambungan teleponku. Seohyun datang dan bergelayut manja padaku.

“nugu oppa?” ia bertanya padaku. Akh, sejujurnya aku kurang menyukai hal seperti ini. Bukan pertanyaan, tapi sikapnya. Aku memang suka yeoja lucu, tapi tidak semanja ini.

“ani. Park Minji hyung. Kau tahu dia bukan?” aku balik bertanya dan mencoba melepaskan gelayutannya itu dengan beralasan mengambil minum

“oh. Ne aku tahu dia. Dia kenapa oppa?”dia kembali mendekatiku dan memelukku. Apakah dia tidakk tahu member yang lain memperhatikan kami? Aku memang senang bisa ada waktu seperti ini, tapi akh terlalu susah untuk dijelaskan.

“tidak ada apa-apa” aku meneguk habis minumanku dan meninggalkannya denagn pergi ke toilet. Para member banyak yang memperhatikan kami. Bukan hanya 9 pasang  mata. Tapi 9 + 8 pasang mata. Aku tak ingin mengurus itu dulu.

Malamnya…

Malam ini seharusnya aku keluar dengan Seohyun. Tapi dia ada syuting dengan Yonghwa. Dari pada aku cemburu, lebih baik aku keluar dan bertemu Soohwa. Teman masa kecilku. Dan ***** L***ku. Aku tdiak dapat memberi tahu kalian hal ini saat ini. Lebih baik nanti saja ya.

Dia sudah berubah. Dari gadis kecil yang polos sekarang dia berubah menjadi gadis dewasa yang dapat membuat lawan jenisnya terpana. Aku menyapanya.

“annyeong” dia terlihat tidak sadar dan sedikit ketakutan. Kubuka sedikit topi yang kukenakan. Kalian harus tahu ini masih bulan Desember. Jadi malam ini sangat dingin. Aku langsung memeluknya. Ia semakin tinggi sekarang. Sekarang dia dibawah kupingku. Dengan canggung soohwa membalas pelukanku. Hatiku terasa hangat.

“ah, kyuhyun oppa. Kau banyak berubah ya.” Dia langsug mengeluarkan kicauan dari bibirnya itu setelah aku melepaskan pelukan kami. Ahahhahh… aku tidak percaya, aku bertahun tahun merindukan kicauannya itu. Aku tersenyum itu sendiri. Dia menangkap senyyuman itu.

“akh, apa ada yang lucu, sehingga oppa tertawa?”tanyanya sambil memeriksa penampilannya. Dia terlihat cantik dan stylish. Dia tidak kalah dari Seohyun. Bahkan, ia,, euhm,,, lebih alami. menurutku.

“oppa? Waeyo?” ia berdiri dan melambaikan tangannya di depan wajahku karena aku terpaku memperhatikan. Aku tersentak

“ani. Aku lapar bagaimana kalau makan itu?” aku menunjuk sebuah stand makanan. Soohwa mengangguk. Kami berjalan sambil bercanda .

“akh, oppa sudah punya pacar bukan?” dia bertanya tiba-tiba bertanya padaku tentang hal itu. Bagaiman ia tahu? Ah, aku lupa. Dia kan adik Minji hyung. Bulan lalu minji hyung melihat aku bermesraan dengan Seohyun.

“ya. Aku sudah berpacaran” aku menjawabnya sambil mengambilkannya makanan

“ini makananmu. Waeyo?”aku menatap matanya sebentar. Ada kilat murung. Tapi segera berganti dengan kilat bahagia. Aku jadi sedikit penasaran

“ani, oppa. Gamsahae” dai menrima makanannya dan membawanya ke meja yang cukup terpojok. Dia tahu saja tempat yang dibutuhkan.

“apakah kau sudah memiliki pacar?” aku meberikannya sebuah pertanyaan sama denagn yang ia lontarkan tadi.

“ani animnida” dai menjawab dengan sewot. Aku tertwa melihat tingkahnya. Entah kenapa hatiku plong mendengarnya. Aku tahu ini aneh. Tapi aku tidak bohong.

Aku mengambil botol soju yang memang terletak tersedia di setiap meja. Tapi, tangan Soohwa menahanku saat aku ingin meminum Soju itu. Ia menggoyangkan jari telunjuknya didepanku.

“ani oppa. Kau kan menyetir. Lebih baik ini. Lebih baik di ahri yang dingin ini.” Ia menyodorkan the ginsengnya padaku. Aku meminum teh itu seteguk. Memang hangat. Tapi dasar akunya

“seandainya aku bersama seouhyun. Aku dibolehkan melakukan apapun” aku bergumam. Tapi aku rasa itu terdengar. Ekspresi Soohwa berubah. Dia dengan secepat kilat mengeluarkan beberapa lmbar uang dan meletakkannya di meja dan keluar memanggil taksi. Ia pergi tanpa sepatah kata pun. Aku berusaha memanggilnya, tapi ia tidak menghiraukanku.

1 jam kemudian.

Aku yakin aku pasti akna dimarahi oleh Eeteuk hyung. Aku membuka pintu dengan lesu.

“ya. Kyuhyun, dari mana saja kau? Kau tiba-tiba menghhilang dan kembali 1,5 jam kemudian. Kau dicari oleh manager hyung. Nomormu sibuk.” Eeteuk hyung memarahi ku dan mengoceh tentang kedisiplinan.

“aku bertemu teman lamaku,hyung. Tadi aku menelepon seseorang. Kenapa manager hyung mencariku?” aku bertanya dengan muka yang sangat lelah. Aku tekanan batin.

“jadwalmu besok dibatalkan. Kita hanya perform di inkigayo. Dan malamnya kau menjadi tamuku di Sukira” eeteuk hyung membacakan sebuah memo. Aku mengangguk dan pergi meninggalkan eeteuk hyung untuk ke kamar.

Di kamar, Sungmin hyung membongkar lmari pakaianya. Aku ingin bertanya, tapi tak jadi. aku merbahkan badanku .

“kau kenapa? Aku dengar tadi eeteuk hyung marah? Sama kamu?” tanpa melihat kearah tentunya ia bertanya. Aku menggeleng. Tapi aku yakin ia tak bisa melihatnya.

“aniya, eeteuk hyung memang marah padaku.” Aku menjawab dengan sisa tenagaku. Aku tertidaur tanpa mendengar pertanyaan sungmin hyung selanjutnya.

“ya. Kau ini kyu. aku bertanya tapi kau diamkan!”aku merasa sungmin hyung berteriak seperti itu tapi entah kenapa suaranya tiba” terdiam. Ya sudahlah.

 

TBC

gajekah??? anehkan??? memang😄,,, hope you like and wait the next part

Categories: Uncategorized | 9 Comments

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: